Kenampakan Alam dan Buatan di Indonesia (LENGKAP)


future404-azbunz.blogspot.com-.
Hay sahabat blogger kali ini saya akan memposting tentang Kenampakan Alam dan Buatan di Indonesia. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam (SDA). SDA dapat berupa kenampakan alam, seperti daratan maupun perairan, pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, pantai, sungai, dan danau.

Selain itu Indonesia juga memiliki kenampakan buatan, yaitu kenampakan yang sengaja dibuat oleh manusia. Tahukah kamu kenampakan alam dan buatan yang ada di Indonesia? Untuk mengetahui tentang kenampakan alam dan buatan, pelajarilah postingan saya berikut ini.

A. Gambaran Bumi

Planet Bumi adalah tempat dimana makhluk hidup tinggal bersama. Tahukah kamu bagaimana bentuk planet yang kita huni ini? Bagaimana gambarannya? kalian dapat mengetahui itu dengan mudah melalui media-media berikut ini.

1. Peta

Peta Indonesia

Apakah kamu pernah melihat peta. Apa yang dimaksud dengan Peta? Peta adalah gambaran atau lukisan permukaan bumi dalam bentuk datar dengan perbandingan atau skala tertentu. Skala Peta adalah perbandingan antra ukuran gambar pada peta dengan ukuran sebenarnya di permukaan bumi. Peta dapat digunakan untuk mengetahui letak suatu tempat, jarak suatu tempat dengan tempat lain, dan dapat juga digunakan sebagai media pendidikan.

2. Globe

Globe

Tahukah kamu apa itu Globe? pernahkah kalian melihatnya? Globe adalah tiruan bumi dalam ukuran kecil, kegunaan globe antara lain untuk mengetahui bentuk bumi yang sebenarnya, memperagakan perputaran siang dan malam, memperagakan gerak rotasi bumi, dan menunjukkan sistem garis bujur dan garis lintang.

Pada peta atau globe jika di perhatikan ternyata terdapat garis-garis. Garis-garis tersebut ada tiga macam yaitu garis khatulistiwa, garis bujur, dan garis lintang. Apa tujuan dibuatnya garis-garis tersebut? berikut penjelasannya agar kamu mengerti.


a. Garis Khatulistiwa

Garis khatulistiwa (equator) adalah garis khayal yang melingkari bumi dan membelah bumi menjadi dua bagian yaitu utara dan selatan.

b. Garis Bujur
Garis bujur 0˚ (prime meridian/meridian pangkal) adalah garis tengah yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan. Garis bujur  melewati kota Greenwich dekat london. Garis bujur 0˚ dijadikan standar waktu internasional, sedangkan garis bujur 180˚ merupakan batas tanggal Internasional.
      Garis bujur (meridian) adalah garis khayal yang membujur dan membelah bumi menjadi belahan barat dan timur. Garis yang terletak di sebelah kiri garis meridian pangkal disebut bujur barat dan disebelah kanan garis meridian pangkal disebut bujur timur

c. Garis Lintang
Garis lintang adalah garis yang berada di atas dan di bawah garis khatulistiwa. Garis yang terletak di atas khatulistiwa disebut lintang utara dan garis yang terletak di bawah khatulistiwa disebut lintang selatan perbedaan letak garis lintang menyebabkan perbedaan iklim di bumi.


B. Pembagian Wilayah Waktu di Indonesia

Greenwich Meridian Time (GMT)  dijadikan standar waktu internasional karena terletak di 0˚. Setiap perbedaan letak suatu wilayah 15˚ garis bujur berarti berbeda 1 jam. Berdasarkan letak garis bujur, Indonesia terletak di antara 95˚ BT-141˚ BT. Selisih antara 141˚ dan 95˚ adalah 46˚, kemudian 46˚ dibagi 15˚ maka hasilnya adalah 3,006 dan di bulatkan mejadi 3.
    Berdasarkan letak garis bujur, wilayah Indonesia memiliki tiga daerah waktu, yaitu sebagai berikut.
1.Waktu Indonesia Barat (WIB), meliputi Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah. Selisih waktu 7 jam lebih awal dari Greenwich.
2.Waktu Indonesia Tengah (WITA), meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur. Selisih waktu 8 jam lebih awal dari waktu Greenwich.
3.Waktu Indonesia Timur (WIT), meliputi Irian Jaya (Papua) dan Maluku. Selisih waktu 9 jam lebih awal dari Greenwich.

Perbedaan waktu antar daerah waktu adalah 1 jam Jika di Pekanbaru pukul 09.00 WIB maka pada saat yang sama di Denpasar pukul 10.00 WITA dan di Ambon pukul 11.00 WIT.


C. Keragamaan Kenampakan Alam dan Buatan di Indonesia

1. Kenampakan Alam di Indonesia
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau. Negara Indonesia yang luas ini, memiliki berbagai kenampakan alam. Setiap daerah memiliki kenampakan alam yang khas dan berbeda dengan daerah lainnya.
     Kenampakan alam dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a. Kenampakan alam wilayah daratan, seperti pegunungan, gunung, dataran tinggi, dataran rendah, pantai, dan tanjung.
b. Kenampakan alam wilayah perairan, seperti sungai, selat, laut, dan danau.

Berikut ini penjelasan mengenai kenampakan alam yang ada di wilayah Indonesia, yaitu pegunungan. gunung, dataran tinggi, dataran rendah, selat, laut, danau, pantai, dan sungai.
a. Pegunungan
merupakan bagian daratan yang bergunung-gunung dengan ketinggian lebih dari 700 meter diatas permukaan laut. Derah pegunungan sangat sejuk dan banyak dijadikan objek wisata. Daerah pegunungan cocok untuk menanam buah-buahan dan sayur-sayuran.

b. Gunung

merupakan bukit besar dan tinggi. Gunung memiliki ketinggian lebih dari 600 meter di atas permukaan laut. Gunung terdiri atas gunung berapi disebut juga gunung aktif dan gunung tidak berapi disebut juga gunung mati. Gunung tertinggi di Indonesia adalah Puncak JayaWijaya (4.884 M), sedangkan gunung tertinggi di pulau Jawa adalah Gunung Semeru (3.676 M).

c. Dataran Tinggimerupakan daerah datar yang memiliki ketinggian lebih dari 400 meter di atas permukaan laut. Dataran tinggi dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Dataran tinggi juga sebagai tempat istirahatan.

d. Dataran Rendah
adalah bagian dari daratan yang datar dengan ketinggian antara 0-200 meter di atas permukaan laut. Dataran rendah adalah wilayah ideal untuk membangun pemukiman dan berbagai fasilitas seperti jalan raya. Sebagian besar kota di Indonesia menempat dataran rendah. Mata pencarian penduduk di dataran rendah umumnya di bidang pertanian dan Industri.

e. Selatadalah laut sempit yang menghubungkan dua pulau atau lebih. Karena memiliki banyak pulau, Indonesia memiliki banyak selat.

f. Laut
Laut banda merupakan laut terdalam di Indonesia dan Laut Jawa adalah laut terdangkal di Indonesia. Jenis-jenis dapat di bedakan sebagai berikut.
1) Laut lepas, yaitu laut yang terletak di tepi benua.
2) Laut tengah, laut yang terletang di antara dua benua
3) Laut pedalaman, yaitu laut yang terletak di tengah tengah benua dan hampir dikelilingi daratan.

g. Danau
merupakan cekungan berisi air yang sangat luas dan dikelilingi oleh daratan. Danau dapat dibdakan menjadi danau alami dan danau buatan. Danau Toba merupakan danau alami yang terluas di Indonesia. Danau ini terletak di Sumatra Utara. Di tengah-tengah Danau Toba terdapat Pulau Samosir. Danau Toba sering dimanfaatkan sebagai rekreasi.

h. Pantai
adalah bagian daratan yang berbatasan langsung dengan laut. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak pantai. Pantai merupakan salah satu objek wisata yang sering dikunjungi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Keindahan pantai Indonesia telah dikenal oleh wisatawan mancanegara.

i. Sungai
adalah aliran air yang besar di wilayah daratan. Sungai mengalir dari lembah menuju ke laut, danau, dan rawa. Sungai terdiri atas sungai besar dan kecil. Sungai besar banyak terdapat di pulau-pulau besar, misalnya Pulau Kalimantan, Sumatra, Jawa, dan Sulawesi. Sungai kecil banyak dijumpai berbagai tempat, bahkan hampir setiap kecamatan memiliki sungai. Sungai Kapuas yang mengalir di Pulau Kalimantan adalah sungai terpanjang di Indonesia. Sungai-Sungai di Kalimantan banyak di manfaatkan sebagai sarana transportasi.

2. Kenampakan Buatan di Indonesia

Kenampakan buatan biasanya sengaja dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berikut beberapa contoh kenampakan buatan yang dapat ditemukan di Indonesia.

a. Bendungan
dibuat oleh manusia untuk pembangkit listrik, mengaliri sawah, tempat rekreasi, persedian tempat air bersih, dan budi daya ikan air tawar.

b. Kawasan Industri
adalah suatu kawasan yang terdapat banyak pabrik untuk memproduksi barang. Dengan adanya kawasan industri, banyak tenaga kerja yang terserap sehingga dapat mengurangi pengangguran dan pendapatan pun meningkat. Kawasan Industri juga dapat mendatangkan kerugian, misalnya terjadi polusi dan beralihnya fungsi lahan.

c. Pelabuhan dan Bandara
dengan adanya pelabuhan dan bandaram transportasi menjadi lancar, arus barang dan jasa juga menjadi lancar. Adapun kerugian adanya pelabuhan dan bandara, yaitu lingkungan sekitar menjadi bising dan kotor.

d. Perkebunan
dibangun untuk menanam berbagai jenis tanaman yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Contoh, perkebunan kelawa sawit, teh, kopi, karet, dan cokelat.


D. Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Flora adalah beragam jenis tumbuh-tumbuhan sedangkan fauna adalah beragam jenis hewan. Menurut Alfred Russel Wallace persebaran flora dan fauna di Indonesia di pengaruhi oleh suhu udara, tekanan udara, kelembapan, dan curah hujan. Berdasarkan variasi curah hujan, flora di Indonesia dikelompokkan sebagai berikut.
1. Hutan Hujan Tropis, terletak di sekitar garis khatulistiwa di Indonesia hutan hujan tropis terletak di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
2. Sabana, yaitu padang rumput yang luas diselingi pepohonan. Sabana terdapat di daerah NTB.
3. Stepa, merupakan padang rumput yang sangat luas biasanya dimanfaatkan sebagai area peternakan. Stepa dapat di temukan di NTT.
4.Hutan Bakau (Mangrove) banyak tumbuh di daerah pantai yang arus lautnya tenang seperti, Papua, dan Sumatra bagian Timur.

Keadaan geografi Indonesia memengaruhi kekayaan fauna di Indonesia. Fauna di Indonesia dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Fauna Tipe Asiatis
merupakan jenis hewan menyusui, berbadan besar, hidup di Indonesia bagi barat, yaitu Sumatra, Kalimantan, Jawa, Madura, dan Bali. Contoh fauna tipe asiatis adalah gajah, harimau, orang utan, banteng, badak, dan beruang.

2. Fauna Tipe Peralihan
hidup di wilayah Indonesia bagian tengah, yaitu Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara. Contoh hewan jenis peralihan antara lain komodo, babi rusa, anoa, biawak, koala, dan burung maleo.

3. Fauna Tipe Australis
merupakan jenis hwan menyusui, bertubuh kecil, hidup di wilayah indonesia bagian timur, yaitu di Papua dan Maluku. Contoh hewan tipe australis, yaitu kanguru, cendrawasih, kasuari, kakatua, kuskus, dan nuri.
     Garis batas habitan fauna tipe asiatis dengan habitan fauna tipe peralihan disebut Garis Wallace. Adapun garis batas habitat fauna tipe peralihan dengan habitat fauna tipe australis disebut Garis Weber.

Sekian yang dapat saya sampaikan tentang Kenampakan Alam dan Buatan di Indonesia yang di rangkum secara lengkap dari sumber terpercaya.

4 komentar

Peraturan Berkomentar :

-Dilarang berkomentar unsur Negatif
-Dilarang menyertakan sebuah Link Aktif
-Dilarang Spam
-Dilarang membully

Mohon pengertiannya, apabila ada yang melanggar saya selaku admin Blog tidak segan-segan menghapus komentar anda.
Atas perhatiannya , saya ucapkan terimakasih
EmoticonEmoticon

Powered by Blogger.